4 Cerita Menarik di Balik Tarian Adat Sulawesi Utara (Wajib Anda Ketahui)

Sulawesi Utara terkenal dengan keindahan alam bawah lautnya yang menarik banyak wisatawan baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Sulawesi Utara juga menawarkan warisan kebudayaan seperti tarian adat Sulawesi Utara yang terkenal karena tariannya yang tidak hanya indah namun juga memiliki beragam cerita di dalamnya.

Setiap tarian daerah di Indonesia pasti memiliki ciri khas yang membedakannya dengan tarian dari daerah lain. Nah, berikut ini adalah beberapa tarian adat Sulawesi Utara yang unik dan mengandung cerita di dalamnya.

Tari Kabasaran

Tari Kabasaran

Jika kebanyakan tari daerah di Indonesia lainnya memiliki gerakan yang lemah gemulai, maka berbeda dengan Tari Kabasaran ini. Sebaliknya, tarian ini menggambarkan kepahlawanan dari para prajurit Minahasa.

Dalam penampilan Tari Kabasaran ini biasanya dibagi ke dalam 3 babak, yaitu:

  • Cakalele

Menggambarkan keberanian para penari ketika berperang. Babak ini juga bisa diartikan untuk memberikan rasa aman kepada tamu yang datang.

  • Kumoyak

Babak ini berarti mengayunkan tombak untuk menenangkan diri saat berperang. Babak ini juga bisa berarti membujuk roh dari lawan yang sudah dibunuh.

  • Lalaya’an

Ini adalah babak dimana peperangan diceritakan sudah selesai sehingga para penari menari dengan riang gembira.

Tari Maengket

Tari Maengket ini adalah tarian adat Sulawesi Utara yang sudah ada sejak jaman nenek moyang dulu. Tarian ini biasanya dipentaskan saat musim tanam padi dengan menggunakan gerakan-gerakan tari yang sederhana.

Sama seperti Tari Kabasaran, tari Maengket ini juga dibagi ke dalam tiga babak, yaitu Maowey Kamberu, Marambak dan Lalayan. Masing-masing babak dalam tarian ini menggambarkan cerita yang berbeda-beda, tidak seperti pada tari Kabasaran yang saling berkaitan.

Pada Tari Maengket, masing-masing babak pada tarian menggambarkan cerita berbeda. Seperti Maowey yang menggambarkan rasa syukur atas panen yang melimpah. Marambak yang menggambarkan semangat gotong royong dari masyarakat Minahasa dan Lalayan yang menggambarkan pencarian jodoh.

Tari Tumatenden

Tarian ini juga mengandung cerita unik di dalamnya karena memang tarian ini diangkat dari cerita rakyat yang berkembang di masyarakat Minahasa. Tari Tumatenden ini menceritakan kisah cinta yang terjadi antara seorang petani dengan bidadari.

Karena ceritanya yang menarik dan tidak begitu sakral membuat tarian ini lebih banyak digunakan sebagai hiburan atau pertunjukan masyarakat. Cerita yang menjadi dasar dari terciptanya tarian ini digambarkan dari gerakan-gerakan tarinya.

Meskipun berasal dari sebuah cerita rakyat, bentuk visualisasinya dalam bentuk tari membuat pelaku atau penari berlakon seperti cerita namun tanpa dialog serta diiringi musik yang khas. Perpaduan ini adalah perpaduan yang sempurna antara seni musik dan tari.

Tari Katrili

tari katrili

Berdasarkan cerita yang berkembang di masyarakat Minahasa, tari Katrili ini adalah tarian yang dibawa oleh Bangsa Spanyol. Bangsa Spanyol yang datang ke Sulawesi Utara untuk membeli hasil panen masyarakat Minahasa merasa senang karena hasil yang didapat banyak lalu menarikan tarian Katrili ini.

Tarian yang awalnya hanya ditarikan oleh Bangsa Spanyol itu kemudian berkembang dengan mengajak masyarakat Minahasa. Tarian ini ditampilkan bersama-sama dengan mengikuti aba-aba dan irama musik.

Hingga kini tarian ini sangat digemari masyarakat Minahasa dan ditampilkan di acara-acara pernikahan. Karena merupakan hasil perpaduan budaya Eropa dan Minahasa membuat tari ini terlihat lebih seperti tari modern.

Itulah tadi beberapa tarian adat Sulawesi Utara yang unik serta mengandung cerita di dalamnya. Tentu saja, karena tarian sebagai produk budaya suatu daerah pasti tidak bisa dilepaskan dari cerita yang terjadi pada masyarakat di dalamnya. Begitu pula tarian dari daerah Sulawesi Utara di atas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *